Face Wash dan Sunscreen Bukan Obat Jerawat, Lalu Apa Fungsinya?
Kalau sedang berjerawat, rasanya memang ingin mencoba apa saja yang bisa membuat kulit cepat kembali mulus. Mulai dari face wash khusus acne, sunscreen, serum, sampai berbagai produk yang menawarkan klaim anti-jerawat.
Tapi ada satu hal yang sering bikin salah kaprah: face wash dan sunscreen bukanlah obat jerawat.
Bukan berarti keduanya tidak penting. Justru face wash dan sunscreen tetap punya peran besar dalam rutinitas perawatan kulit yang sedang mengalami jerawat. Hanya saja, fungsi keduanya berbeda dengan produk yang memang dirancang untuk menangani penyebab atau jenis jerawat tertentu.
Face Wash Tugas Utamanya Membersihkan Kulit
Face wash pada dasarnya digunakan untuk membersihkan kulit dari kotoran, minyak, sisa produk, dan berbagai residu yang menempel sepanjang hari.
Untuk kulit berjerawat, membersihkan wajah dengan cara yang lembut justru lebih masuk akal daripada menggosok wajah sekuat mungkin dengan harapan jerawat cepat hilang.
American Academy of Dermatology merekomendasikan pembersihan wajah secara lembut dan menyebut bahwa kulit berjerawat sebaiknya tidak terus-menerus dibuat iritasi. Menggosok atau memperlakukan kulit terlalu keras justru dapat memperburuk masalah.
Jadi, jangan menilai face wash hanya dari sensasi setelah mencuci wajah. Rasa kesat atau “bersih banget” bukan berarti produk tersebut otomatis lebih efektif mengatasi jerawat.
Tapi Ada Face Wash yang Mengandung Bahan Aktif Jerawat
Nah, di sinilah perbedaannya.
Beberapa produk pembersih wajah memang mengandung bahan aktif yang dapat membantu menangani jerawat. Contohnya benzoyl peroxide dan salicylic acid.
Menurut AAD, benzoyl peroxide dapat membantu mengurangi bakteri yang berkaitan dengan jerawat, sedangkan salicylic acid membantu membuka pori yang tersumbat dan mengangkat sel kulit mati. Keduanya tersedia dalam berbagai produk, termasuk cleanser.
Artinya, yang membantu menangani jerawat bukan sekadar aktivitas “mencuci wajahnya”, tetapi bahan aktif tertentu yang terdapat di dalam produk.
Ini juga alasan mengapa memilih face wash untuk kulit berjerawat sebaiknya tidak hanya melihat tulisan “acne” pada kemasan.
Sunscreen Juga Bukan Obat untuk Menghilangkan Jerawat
Sementara itu, fungsi utama sunscreen juga bukan untuk mengempiskan jerawat.
Sunscreen digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Ini menjadi semakin penting ketika seseorang sedang menggunakan produk atau obat jerawat tertentu yang dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari.
AAD merekomendasikan sunscreen dengan perlindungan broad-spectrum, SPF 30 atau lebih tinggi, serta menyarankan memilih produk yang berlabel non-comedogenic atau tidak menyumbat pori bagi orang yang memiliki kulit berjerawat.
Kenapa Sunscreen Tetap Penting Kalau Tujuannya Mengatasi Jerawat?
Jerawat tidak berhenti menjadi masalah ketika benjolannya sudah mengecil. Pada sebagian orang, bekas jerawat dapat meninggalkan noda gelap yang bertahan jauh lebih lama daripada jerawatnya sendiri.
Perlindungan dari sinar matahari menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kulit, terutama ketika terdapat peradangan atau bekas jerawat yang berisiko mengalami penggelapan setelah terpapar UV.
Jadi, sunscreen memang bukan produk yang bertugas “membunuh jerawat”. Perannya lebih kepada melindungi kulit selama proses perawatan berlangsung.
Lalu Apa yang Memang Digunakan untuk Mengatasi Jerawat?
Pengobatan jerawat bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Tidak ada satu produk yang otomatis cocok untuk semua jenis jerawat.
Beberapa bahan aktif yang umum digunakan dalam penanganan jerawat antara lain:
- Salicylic acid untuk membantu membuka pori yang tersumbat.
- Benzoyl peroxide untuk membantu mengurangi bakteri yang berhubungan dengan jerawat.
- Adapalene, salah satu retinoid topikal yang membantu membuka pori dan mencegah munculnya sumbatan baru.
- Azelaic acid yang dapat membantu mengatasi jerawat sekaligus noda gelap setelah jerawat pada kondisi tertentu.
AAD juga menekankan bahwa jenis jerawat yang berbeda dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda. Jerawat yang besar, dalam, dan terasa sakit atau jerawat yang meninggalkan bekas luka sebaiknya mendapatkan penanganan dokter kulit.
Jangan Sampai Skincare Malah Membuat Kulit Makin Iritasi
Satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap semakin banyak produk anti-acne yang digunakan, semakin cepat jerawat hilang.
Padahal, beberapa bahan aktif jerawat dapat menyebabkan kulit kering atau mengalami iritasi. Karena itu, rutinitas skincare sebaiknya tetap dibuat sederhana dan lembut, terutama ketika sedang menggunakan produk dengan bahan aktif.
Daripada memakai banyak produk sekaligus, lebih baik pahami dulu fungsi masing-masing produk. Face wash membersihkan, sunscreen melindungi, moisturizer membantu menjaga skin barrier, sedangkan produk dengan bahan aktif tertentu digunakan untuk menangani masalah jerawat.
Jadi, Jangan Salah Menempatkan Fungsi Skincare
Face wash dan sunscreen memang bukan obat jerawat. Tetapi menganggap keduanya tidak penting juga kurang tepat.
Face wash membantu menjaga kulit tetap bersih tanpa membuatnya semakin teriritasi, sedangkan sunscreen membantu melindungi kulit dari UV. Di sisi lain, pengobatan jerawat membutuhkan bahan aktif yang memang ditujukan untuk masalah tersebut dan pemilihannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.
Kalau jerawat masih ringan, produk yang mengandung bahan aktif tertentu dapat menjadi salah satu pilihan. Namun jika jerawat terasa sakit, muncul dalam jumlah banyak, berada jauh di dalam kulit, atau mulai meninggalkan bekas luka, sebaiknya jangan terus bereksperimen sendiri.
Karena pada akhirnya, skincare bukan soal siapa yang punya produk paling banyak. Yang lebih penting adalah tahu fungsi setiap produk dan menggunakannya sesuai kebutuhan kulit.

Posting Komentar untuk "Face Wash dan Sunscreen Bukan Obat Jerawat, Lalu Apa Fungsinya?"